Bismillahirokhmanirrokhim, assalamualiakum warohmatullohi wabarokatuh
Semoga
Alloh SWT mengkaruniakan kepada kita kearifan demi kearifan, agar
kekayaan termahal dalam hidup kita ini adalah perubahan diri kita,
menjadi semakin matang, menjadi semakin dewasa, semakin penuh manfaat,
semakin tidak cinta dunia, semakin cemerlang, semakin didekatkan dengan
keikhlasan, semakin meninggi dengan kerendahan hati, semakin mempesona
dengan kemuliaan akhlak, pendek kata, aksesories apapun yang kita miliki
berupa duniawi, seharusnya hanya sebagai tempelan sederhana, karena
aset kita yang termahal adalah
Kematangan Diri Kita.
Pensiun
tidak ada masalah, terlepas dari pada pangkat kita, pensiun diambil
kedudukan dan jabatan, itu hanya akan memperjelas isi kita, berbeda
dengan seseorang yang bersembunyi dibalik topeng, maka pensiun,
dimutasi, menjadi tua, menjadi kegelisahan tiada tara. Karena itu memang
tempat bersembunyinya.
Kegelisahan yang telah kita bahas
karena kita kurang ilmu, Alloh sudah mendesign bahwa ritme ibadah itu
sudah merupakan pendamping agar kita dapat menyempurnakan karir
kehidupan kita agar optimal.
Kita hadir di DUNIA ini minimal dengan 3 Misi :
1. Menjadikan semua aktifitas kita menjadi ibadah kepada Alloh SWT, kemudian
2.
Menjadikan kita di dunia ini berkiprah dan berkarya sebagai khalifah,
kita harus mengexploitir lahir batin kita supaya kita dapat melakukan
yang terbaik.
3. Punya peran sebagai Da'wah, sehingga selain kita
mensejahterakan diri, juga mensejahterakan orang lain, niat yang ikhlas
semuanya sebagai ibadah, dan menerapkan pribadi kita ini sebagai
contoh-contoh kebaikan, pembawa misi kemuliaan, sehingga interaksi kita
di dunia ini sehingga kita dapat mensejahterakan secara lahir, juga kita
dapat menjadi cahaya secara batin.
Coba diingat baik-baik, khoirunnas anfauhum linnas.
Sebaik-baik diantara manusia adalah yang paling banyak manfaatnya kepada orang lain.
Kita punya uang banyak dan kaya itu belum apa-apa,
Ingat
! shodaqoh 1000 bagi orang yang punya uang 2000 itu dia sudah
menafkahkan setengah dari hartanya. Sekarang orang yang mensodaqohkan 10
jt dari orang yang memiliki uang 10 milyar itu belum ada apa apanya.
Bisa jadi di sisi Alloh jauh lebih dahsyat orang yang bersedekah 1000
tadi, karena dia sudah kuat menshodaqohkan separuh hartanya.
Oleh
karena itu, klo kita ingin melihat seberapa jauh tingkat keberuntungan
kita, kita berjuang segenap tenaga dalam hidup ini, mengekploitir
fikiran, waktu kita, untuk bermanfaat bagi orang lain.
Rezeki yang kita tabung dan kita nafkahkan di jalan Alloh (inilah rezeki kita yang sesungguhnya).
Kita
seharusnya tiap hari terus menerus menjemput rezeki, supaya makin
banyak orang yang lapar, yang makan dengan keringat kita, makin banyak
orang yang dapat berpakaian dengan jerih payah kita, makin banyak orang
yang tidak punya ilmu bisa belajar dengan tetesan keringat kita, inilah
misi hidup kita.
Sekaligus ikhlaskan
semua karena Alloh itu agar jadi amal, sekaligus kita tingkatkan
profesionalisme kita agar semakin banyak orang yang merasakan manfaat,
bersamaan dengan itu tampakkan kemuliaan pribadi kita. Sehingga bukan
hanya orang disupply harta tetapi juga disupply kemuliaan.
Andaikata
hidup kita yang sekali-kalinya di dunia ini, terus bagai cahaya
matahari yang memancar, dirindukan, menerangi orang-orang yang ada
dalam kegelapan, menumbuhkan bibit-bibit kemuliaan, menyegarkan yang
sudah layu oleh terjangan kehidupan. Kita teruuussss.... menjadi orang
yang hidup kebaikannya, inilah kesuksesan yang hakiki.
Bukan
orang yang dipuji karena gelar, kekayaan dan banyak uang, bukan ! bukan
! bukan itu ! Demi Alloh itu kecil, itu topeng yang biasa biasa saja
dan dengan mudah kita mendapatkannya. Itu hanya aksesories, kemuliaan
hakiki kita adalah sampai sejauh mana hidup kita punya makna yang
dahsyat bagi peradaban, bagi kesejahteraan dan semua ini di dasari
karena Alloh SWT semata.
Nah sebenarnya ini adalah proses melatih diri kita untuk memiliki nilai yang lebih besar.
Percayalah
saudara saudariku sekalian, Kita tidak akan selamat dan bahagia dengan
apa yang kita kumpulkan, tapi kita akan jauh lebih selamat dan bahagia
dari apa yang bisa kita nafkahkan, karena jaminan Alloh tidak datang
kepada orang yang kikir, karena jaminan Alloh datang kepada orang yang
ahli shodaqoh lahir dan batin.
Inilah yang akan menjadi
kekuatan, yang setelah ini kita akan tampil menjadi pribadi baru, yang
punya orientasi, ahli ibadah, kholifah yang berkarya, dan menjadi
figur-figur suri tauladan, dan menjadi contoh-contoh kebaikan.
Kita
sambut kematian kita esok lusa, dengan karya terbaik kita, persembahan
terbaik kita dalam kehidupan ini, yang bermakna bagi dunia dan berarti
bagi akherat nanti.
Kita akan tinggalkan dunia ini dengan senyum
yang puaasssss !!! Bukan karena harta dan kedudukan, namun karena
kesungguhan kita untuk mempersembahkan yang terbaik yang bermakna untuk
dunia dan berarti bagi akherat nanti.
Selamat berjuang saudara-saudariku sekalian, semoga Alloh mempertemukan kita kembali, kalo toh tidak didunia ya diakherat kelak.
Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh,
dari sahabat anda sekalian, Faris Dedi Setiawan
Keterangan :
artikel ini akan dijadikan acuan misi whitecyber selamanya.
Universe Khalifatulloh Security
www.whitecyber.com